"Pohon yang tumbuh di atas batu, lebih kuat batangnya." (Ali bin Abi Thalib).
MASIH tidak mudah bagi anak muda Indonesia yang ingin memperjuangkan masa depannya sendiri sekarang ini. Inilah salah satu dampak terus eksisnya tradisi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang selama 30 tahun lebih dihidupkan oleh rezim Orde Baru. Dan hal ini terus berlangsung hingga hari ini, sepuluh tahun lebih seusai reformasi.
MASIH tidak mudah bagi anak muda Indonesia yang ingin memperjuangkan masa depannya sendiri sekarang ini. Inilah salah satu dampak terus eksisnya tradisi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang selama 30 tahun lebih dihidupkan oleh rezim Orde Baru. Dan hal ini terus berlangsung hingga hari ini, sepuluh tahun lebih seusai reformasi.
Anak-anak muda yang telah bersusah payah memeras otak dan membayar mahal untuk bersekolah atau kuliah, masih harus bersusah payah kembali mencari posisinya di tengah masyarakat dan bangsanya. Selembar ijazah sarjana, ditambah pengalaman berorganisasi atau tempaan tradisi intelektual di kampus, plus beragam keahlian teknis lainnya, tidak secara otomatis menempatkan kaum muda sesuai kompetensi keilmuan atau keterampilannya. Sebab tak ada jaminan the right man on the right job, the right man on the right place. Terutama bagi mereka yang muncul dari kalangan rakyat jelata atau keluarga yang biasa saja.
















